Saturday, September 13, 2008

The Personality


Beberapa kepribadian yang disukai baik pria ataupun wanita:

1. Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya
sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Apakah sifat ini ada dalam diriku ya?
hmm...

Posted by : http://twice-k.blogspot.com
Source : http://kaskus.us

Tuesday, August 26, 2008

Menikah Yuk ...


Perkimpoian merupakan komitmen antara dua orang yang tidak boleh disalahgunakan. Pastikan Anda menikah untuk alasan yang tepat, bukan untuk alasan yang salah.

Manusia dilahirkan dengan keinginan untuk dicintai dan mencintai. Tetapi, cinta tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan untuk menikah. Kedengarannya memang romantis, ya, jika ada pasangan yang memutuskan untuk menikah karena saling tergila-gila satu sama lain. Tetapi, keberhasilan suatu perkimpoian didasarkan pada persahabatan yang kuat yang dibangun oleh masing-masing pasangan. Fondasi yang kuat untuk sebuah perkimpoian termasuk kecocokan, kepercayaan, dan komunikasi.

TIGA PERTANYAAN SEBELUM MENIKAH
Rasanya tak ada salahnya Anda mengajukan tiga pertanyaan berikut pada diri sendiri sebelum memutuskan naik pelaminan.

Pertama: Apakah Anda berdua saling cocok?
Di dalam sebuah perkimpoian, definisi kecocokan agak sedikit berbeda dan artinya lebih dari hanya memiliki kesamaan hobi, gemar makanan yang sama, film dan musik yang sama, dan seterusnya. Cocok di dalam sebuah perkimpoian adalah memiliki kemampuan beradaptasi untuk berubah.

Kedua: Apakah Anda berdua saling percaya?
Perkimpoian tanpa rasa saling percaya bisa ditebak merupakan perkimpoian yang akan berakhir dengan perceraian. Memiliki kepercayaan dari pasangan, merupakan suatu keharusan di dalam suatu hubungan. Bila ada keragu-raguan antara satu dan lainnya, berarti tidak ada rasa percaya.

Ketiga: Adakah komunikasi?
Tidak adanya komunikasi dapat menghancurkan suatu hubungan. Orang yang menikah perlu berkomunikasi setiap saat. Berbicara hanya pada saat genting atau tidak berbicara sama sekali, hanya menyakiti hubungan tadi. Tidak adanya komunikasi juga membawa pernikahan kepada perceraian.

Nah, bila Anda dan pasangan dapat menjawab ketiga pertanyaan di atas secara jujur dan saling memberikan jawaban yang memuaskan satu sama lain, mungkin perkimpoian merupakan ide yang baik bagi Anda berdua. Memiliki kecocokan, saling percaya, dan komunikasi di dalam suatu hubungan akan membangun fondasi yang kuat dari hubungan yang diperlukan untuk sebuah perkimpoian. Perkimpoian antara dua orang manusia harus berlangsung hanya bila memiliki ketiga faktor di atas.

PIKIR KEMBALI JIKA...
Rasanya bukan merupakan ide yang baik bila Anda menikah untuk alasan yang salah. Alasan untuk tidak menikah termasuk menikah karena cinta pada pandangan pertama, ketertarikan secara seksual, mengatasi rasa kesepian, sebagai sikap berontak, karena keharusan, tekanan, kehamilan, dan untuk alasan keuangan.

* Cinta pada pandangan pertama
Menikah didasari pada cinta saja merupakan alasan utama untuk tidak menikah. Cinta pada pandangan pertama merupakan perasaan yang sementara. Hanya cinta saja, bukan merupakan fondasi yang cukup untuk menopang suatu perkimpoian. Menikah karena alasan cinta pada pandangan pertama merupakan ide yang buruk, dan menikah karena ketertarikan secara seksual tidak akan bertahan.

* Mengatasi rasa kesepian
Menikah hanya untuk menghindari perasaan kesepian jelas bukan termasuk alasan yang tepat, baik bagi Anda maupun pasangan. Manusia takut kesepian dan karena itu mereka cenderung melakukan pernikahan untuk menghindarinya. Alasan ini tidak memiliki fondasi yang kuat untuk suatu persahabatan dan perkimpoian dan biasanya berakhir dengan ketidakbahagiaan yang mengarah pada perceraian.

* Sikap berontak
Menikah sebagai ungkapan rasa berontak juga bukan merupakan ide yang baik. Hal ini memperlihatkan sikap yang mementingkan diri sendiri. Menikah sebagai bentuk pemberontakan hanya akan menyakiti orang yang Anda cintai dan diri sendiri. Pemberontakan di dalam suatu perkimpoian dapat memiliki dampak yang negatif pada orang-orang yang terlibat.
Menikah dengan seseorang sebagai pelarian tidak adil bagi pasangannya. Orang yang jatuh cinta sebagai pelarian, cenderung menikahi orang yang salah. Menikah karena alasan sebagai pelarian dapat menyakiti pasangannya yang pada dasarnya memang betul-betul mencintainya.

* Keterpaksaan
Anda tidak boleh merasa terpaksa ataupun memaksa seseorang untuk menikah. Perkimpoian semacam ini biasanya berakhir dengan perceraian. Tidak sedikit orang yang menikah karena merasa terpaksa atau merasa bersalah untuk menolaknya. Menikahi seseorang untuk menyenangkan pasangannya bukan merupakan ide yang baik. Mengikuti kehendak orang tua, keluarga, ataupun teman-teman, hanya akan membuat Anda tidak bahagia.

* Status
Menikah untuk menghindari status orangtua tunggal atau perawan tua, bukan merupakan ide yang baik. Banyak orang yang percaya, kehamilan dapat mengikat seseorang untuk menikahinya, namun ia tidak menyadari bahwa hal ini merupakan cara yang salah. Memang betul seorang anak memerlukan sosok dua orangtua yang utuh, tetapi bila perceraian dapat dihindari, demikian juga halnya dengan pernikahan yang terpaksa. Perceraian dapat memberikan dampak negatif pada anak-anak.

* Alasan ekonomi
Banyak pria maupun wanita yang menikah karena alasan keuangan, yaitu menikah dengan seseorang agar dapat mengatasi masalah keuangan yang mereka hadapi. Hal ini merupakan alasan yang paling egois untuk menikahi seseorang.

Menikah yuk...
hmm.... let's see... :)

Posted by : http://twice-k.blogspot.com
Source : http://kaskus.us

 
Creative by Andika "tWiCe k" Putra