Saturday, February 02, 2008

Belum 5 Menit !


Seorang wanita duduk pada kursi sebuah cafĂ©. Ia hampir saja menyantap sepotong kecil blackforest sebelum akhirnya potongan kecil itu jatuh ke lantai. Lalu wanita tersebut mengambil kembali makanannya, dan memasukkannya ke mulut seraya berucap : “Belum Lima Menit”

Masih ingat dengan video komersil tersebut? Sekarang, banyak sekali orang-orang berkelakuan sama : mengambil kembali makanan yang sudah jatuh ke lantai, dengan tagline yang sama : Belum Lima Menit.

Apakah tindakan ini dapat dibenarkan oleh sains, sementara lantai adalah gudangnya kuman-kuman yang siap mencemari makanan yang terjatuh?

Well, aturan tentang memakan kembali makanan yang telah jatuh ke lantai sebenarnya secara tersirat digagas oleh Jenghis Khan. Tapi, batasan yang ia pakai saat itu adalah 20 jam, bukan lima menit, dengan asumsi bahwa saat itu udara di Asia Tengah sangatlah dingin.

Di University of Maine, dilakukan penelitian tentang bakteri/ kuman yang terdapat pada makanan yang telah jatuh ke tanah. Hasilnya cukup mencengangkan : jumlah bakteri di makanan “basah” kayak keju malah turun seiring makin lamanya keju di permukaan tanah.

Pada sebuah penelitian lain, seorang pelajar SMU di Chicago memenangkan Nobel untuk bidang Biologi setelah mengukur jumlah bakteri di bekas permen karet dan kue-kue yang berjatuhan di sekitar kampusnya. Ia menemukan bahwa makanan yang sudah jatuh ke lantai itu relatif bebas bakteri. Tapi, begitu dijatuhkan lagi ke lantai yang sengaja sudah dicemari bakteri E. coli, maka kontaminasi makanan akan terjadi dalam lima detik.

Semakin alami bahan makanan yang dijatuhkan seperti daging, keju, maupun sayuran, maka bakteri akan semakin cepat mengkontaminasi makanan, karena umumnya bakteri paling suka dengan makanan alami.

Tetapi, jelas saja penelitian ini bukan seperti yang diiklankan di TV. Pada iklan di TV, makanan jatuh di lantai, bukan di tanah.

Pada penelitian pertama, bakteri dari keju jelas akan berpindah ke tanah, makanya semakin lama keju berada di tanah, keju akan semakin bebas bakteri. Nah, jika keju jatuh di lantai, justru bakteri pada lantai yang akan berpindah ke keju, karena bakteri merasa menemukan media baru (walaupun sebenarnya belum tentu cocok dengan dirinya).

Hal sebaliknya juga berlaku pada penelitian kedua. Coba deh, dipikir-pikir. Ada hubungannya, bukan?


source : http://myscienceblogs.com/

Wednesday, January 30, 2008

MaTematiKa iLmu paSti ???

Perhatikan kedua gambar diatas, dua buah gambar yang berbeda kan ? Dua buah gambar yang berbeda biasanya memiliki luas yang berbeda, kecuali jika 2 buah bangun yang berbeda seperti diatas terdiri dari 4 buah bangun yang sama bentuk dan ukuran nya. Jadi seharusnya kedua gambar diatas memiliki luas yang sama donk, secara merupakan susunan dari bangun2 yang sama. Namun nyatanya dua bangun diatas mempunyai luas yang berbeda lho. . .!

Kedua bangun diatas dibuat dari 4 buah bangun, yaitu 2 buah segitiga dan 2 sebuah segiempat. Mari kita cari tau dulu luas dari masing2 bangun pembentuk gambar. Untuk mencari luas bangun segitiga (nomor 3 & 4) dihitung dengan rumus Luas=alas*tinggi/2. Yaitu 8*3/2 = 12. Untuk menghitung bangun segi4 (1 & 2) dengan rumus L=(jml sisi sejajar)*tinggi/2, jika dimasukkan ke rumus adalah (5+3)*5/2 = 20. Jadi jumlah dari semua bangun adalah (12+12+20+20) = 64.

Untuk gambar 1, luasnya dihitung dengan rumus Luas=sisi*sisi => 8*8 = 64.
Untuk gambar 2, cara menghitung luas dengan rumus Luas=Panjang*lebar => 13*5 = 65

Loh kok beda ? Luas gambar 1 sesuai dengan jumlah masing2 bangun pembentuk gambar yaitu 64. Tapi gambar 2, luasnya 65. Bukankah gambar 2 juga dibentuk oleh bangun yang sama, kok bisa kelebihan 1 ? Jika kita menghitung satu persatu luas gambar 2 perbagian, maka jumlahnya adalah 64. Tapi jika dihitung keseluruhan, luasnya adalah 65.

Selama ini yang pernah saya tau, matematika adalah ilmu pasti. Tapi masa setelah ganti posisi dikit aja udah berubah sih hasilnya. Posisi menentukan hasil akhir, itu hanya ada pada saat ujian. Posisi menentukan jenis kelamin calon bayi, akh itu cuman hoax. Tapi dalam matematika yang sudah mempunyai rumus baku, seharusnya walopun bangun itu dipecah menjadi bentuk apa aja tetap ngga berubah donk Luasnya.

Hmm... mungkin sudah banyak yang tau dibalik misteri bangun segiempat ini. Tapi jujur saja saya masih bingung, dan semakin saya cari tau semakin pusing.
Betapa ngga’ bergunanya saya, sudah bertahun2 belajar matematika namun dipusingkan oleh masalah seperti ini.
Apakah rumus mencari luas persegi panjang telah berubah ?
Apakah ada yang salah dalam perhitungan saya ?
Apakah ada yang salah pada gambarnya ?
Apakah saya perlu belajar matematika lagi ?
Apakah saya harus kembali ke bangku sekolah ?

Mungkin saya perlu bantuan ahli matematika untuk menjelaskan hal ini. . . atau ada yang tau tentang hal ini ?

sumber : http://funk.shit.la/

 
Creative by Andika "tWiCe k" Putra